Jombang 11 Februari 2026
Rombongan Kormas Surabaya Yang di pimpin Oleh KH Abdul Muhit Murtadho dan Drs KH Hidayatullah Msc
KH. Hasyim Asy’ari adalah pendiri Nahdlatul Ulama dan ulama besar Nusantara. Makam beliau berada di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, dan menjadi salah satu tujuan ziarah ulama yang paling ramai di Jawa Timur.
Sekilas tentang beliau
Lahir: 1871 M
Wafat: 1947 M
Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng (1899)
Pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (1926)
Dijuluki: Hadratussyaikh (Guru para ulama)
Beliau dikenal sebagai ulama ahli hadits, pejuang kemerdekaan, dan penjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah di Nusantara.
Berikut beberapa keistimewaan yang membuat Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari sangat dihormati:

1. Kedalaman ilmu hadits
Beliau dikenal sebagai ulama ahli hadits terbesar di Nusantara pada masanya. Sanad keilmuan beliau bersambung sampai ulama Haramain. Banyak kiai besar Jawa adalah murid atau sanad keilmuannya melalui beliau.
2. Pendiri gerakan keagamaan terbesar
Beliau mendirikan Nahdlatul Ulama (1926), yang menjadi benteng Ahlussunnah wal Jama’ah dan tradisi pesantren hingga sekarang. Ini bukan hanya organisasi, tapi gerakan sosial-keagamaan yang membentuk wajah Islam Indonesia.
3. Ulama sekaligus pejuang bangsa
Resolusi Jihad 1945 menunjukkan bahwa beliau tidak memisahkan agama dan tanggung jawab kebangsaan. Fatwanya menggerakkan santri dan rakyat mempertahankan kemerdekaan.
4. Akhlak dan kewibawaan
Beliau dikenal sangat tawadhu’, disiplin ibadah, dan tegas dalam prinsip. Banyak kisah menunjukkan wibawa spiritualnya membuat orang segan sekaligus cinta.
5. Pendidik ulama Nusantara
Pesantren Tebuireng menjadi pusat lahirnya ulama besar. Warisan beliau bukan hanya bangunan, tapi generasi ulama yang menyebar ke seluruh Indonesia.
6. Penjaga tradisi Islam moderat
Beliau menegaskan pentingnya keseimbangan: syariat kuat, akhlak halus, cinta tanah air, dan toleransi sosial.
